Tren Sulam Alis ‘Shadow Diamond’ Bakal Booming di Tahun 2019

Jakarta – Dunia kecantikan tampaknya belum puas dengan perkembangan tren alis yang kian marak belakangan ini. Mulai dari tato alis, sulam alis, berbagai cara dilakukan untuk membentuk alis agar lebih indah.

Tantangan dalam membuat alis juga semakin besar. Dulu perempuan hanya disarankan menebalkan volume alis. Kini, selain harus tebal, alis juga perlu terlihat natural.

Untuk tren di 2019, tren sulam alis “Shadow Diamond” masih tetap digandrungi, karena lebih kelihatan alami. Teknik Shadow Diamond sendiri dipopulerkan oleh Ali yang merupakan Seniman Tatto Alis.

BACA JUGA  Malam Anugerah Piala Citra Festival Film Indonesia 2023 Akan Dimeriahkan Rossa Dan Iwan Fals

Ali, pemilik Ali Tattoo Sulam mengatakan minat perempuan untuk melakukan sulam alis masih tinggi tahun ini. Ia menciptakan teknik baru bernama shadow diamond, mengklaim jika teknik tersebut merupakan yang pertama di Indonesia dan dunia.

Tidak seperti sulam alis kebanyakan, shadow diamond dilakukan dengan menggunakan mesin. Menurut Ali, penggunaan mesin bertujuan untuk menjaga konsistensi warna agar tidak berubah. Sedangkan dengan pengerjaan manual, rata-rata warnanya tidak sama.

BACA JUGA  Tidak Diterima di SMA 14 Padang Warga Sekitar Lakukan Pemblokiran

“Jadi kalau kita pakai manual itu, warnanya kebanyakan untuk customer gagal. Kenapa gagal? Bisa masuk warnanya, bisa nge-block, karena jenis kulitnya tidak seimbang dengan lapisan kulit yang memakai krim-krim pemutih kulit. Kalau pakai alat manual, memudar tinta itu bisa sampai 50 persen,” ujar Ali di Jakarta, seperti dikutip Antara.

Shadow diamond juga menggunakan tinta yang berbeda dengan sulam alis lainnya. Selain itu, teknik ini juga memiliki warna yang lebih terang dan memiliki bayangan sehingga seperti alis sungguhan.

BACA JUGA  Jasad Bayi Dalam Plastik, Hampir Dimakan Kucing, Gegerkan Warga pondok Aren

“Metode ini akan booming di 2019, karena semua jenis kulit bisa masuk. Kalau manual, satu bulan aja orang udah bilang warnanya hilang, komplain warnanya berubah jadi biru. Karena teknik pengerjaan dan tekanannya itu beda dengan mesin,” jelas Ali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *