Persatuan Keluarga Silungkang (PKS) Jakarta Fasilitas Perantau Pelajari Pidato Adat

Dengan mempelajari itu, sebut Sukri membuat para perantau Silungkang di Jakarta dapat menggunakan pidato-pidato adat ketika acara perkawinan, upacara di pemakaman, diskusi-diskusi dan lainnya.

“Sehingga dengan ini, orang Silungkang di Jakarta itu ketika akan menikah, mereka tetap bisa memakai adat seperti adanya batomu niniak mamak, balope dan pidato jonjang. Juga hal lain yang ada unsur pidato adatnya, kami menggunakan pidato adat tersebut,” ujar Sukri.

Kegiatan lainnya, dituturkan Sukri Husin Sutan Langik yakni Wirid Pidato Adat Silungkang di Jakarta memfasilitasi pemberian gelar “batogak gola” kepada warga Silungkang yang sudah menikah namun belum diberikan gelar.

Lokasi kegiatan Wirid Pidato Adat Silungkang ini diselenggarakan langsung di Gedung Pertemuan Persatuan Keluarga Silungkang (PKS) Jakarta.

Sementara terkait dana kegiatan, dikatakan Sukri Husin semuanya murni dari sumbangsih para anggota.

“Dana ini, kita kumpulkan dalam setiap kali pertemuan kita jalankan sumbangan. Jadi semua anggota, seikhlasnya mereka memberikan sumbangan,” Ungkap Sukri.

Kini, nyatanya tak hanya tentang pidato adat yang bisa diurus organisasi tersebut. Sebab, untuk pembangunan Balai – Balai Adat Silungkang pun berada di bawah koordinasi organisasi ini. Hal ini membuktikan, bahwa organisasi tersebut mampu menjadi dasar membentuk kapasitas kepemimpinan dan organisasi yang baik bagi para perantau Silungkang, khususnya di Jakarta.

Walikota Sawahlunto Deri Asta sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Wirid Pidato Adat Silungkang di Jakarta itu. Menurut Deri, inovasi dari perantau Silungkang tersebut terbilang luar biasa, jarang sekali ada perantau di tanah rantau yang masih ingat dan bisa melestarikan adat kampung halaman, namun perantau Silungkang nyatanya bisa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *