Jokowi Optimis Mampu Menghadapi Tantangan Bangsa

Jakarta, Poros Nusantara – Ditengah – tengah ketidakpastian arah ekonomi dunia yang sulit dibaca dan perkembangan politik dunia yang penuh dengan riak gelombang, membuat sejumlah negara mulai merasakan terkena dampaknya. Hal ini ditandai dengan melemahnya nilai tukar terhadap dollar Amerika, termasuk Indonesia yang sudah menyentuh angka 14.600 per dollar.

Namun hal ini tidak membuat Presiden Joko Widodo gusar, pasalnya  jika bangsa Indonesia tetap bersatu, berbagi dan peduli sesama anak bangsa, maka Indonesia bukan lagi sekedar nama atau gambar sederetan pulau – pulau peta dunia, melainkan sebuah kekuatan yang disegani oleh bangsa – bangsa lain di dunia.  “ Saya yakin dengan semangat persatuan, peduli dan berbagi, ditambah dengan kerja bersama, kita akan mampu menghadapi seluruh tantangan masa depan mencapai prestasi Indonesia yang maju dan gemilang, ” kata Presiden Joko Widodo dalam pidato Kenegaraan yang disampaikan pada Sidang Tahunan MPR, DPR dan DPD di Gedung MPR Jakarta, pada 16 Agustus 2018.

BACA JUGA  FRAKSI DPRD NTT SETUJUI RAPBD NTT 2017

Dalam sidang tahunan tersebut, dihadiri oleh para mantan presiden presiden dan wakil presiden, diantaranya Hj. Megawati Soekarno Putri, Presiden RI  Ke-5 RI, Tri Sutrisno, Wapres ke 6, pada masa Orde Baru, Budiono Wapres yang ke 11. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mantan presiden ke 6 tidak tampak hadir pada helatan akbar kali ini. Selain itu, juga hadir Para Menteri Kabinet Kerja, perwakilan dari negara – negara sahabat dan para tamu undangan lain dari Aparatur Sipil Negara (ASN).

BACA JUGA  Sarasehan Kepemudaan "Kepeloporan Kepahlawanan Pemuda Menembus Tantangan Zaman Nowi "

Lebih lanjut, Jokowi mengingatkan kepada seluruh bangsa Indonesia  dalam perjalanan sebagai bangsa yang merdeka menghadapi berbagai tantangan, rintangan, dan cobaan yang menguji persatuan dan kesatuan. “ Tapi kita wajib bersyukur, karena dalam menghadapi ujian tersebut, kita selalu diingatkan oleh para pendiri bangsa bahwa jatuh bangun sebuah bangsa sangat  tergantung pada bangsa itu sendiri. Apakah bangsa itu, mau bersatu atau sebaliknya, bangsa itu pecah belah menunggu sebuah kehancuran, ” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *