Menurutnya, debat yang akan diadakan akan disiarkan langsung oleh lembaga penyiaran televisi Nasional, iNews TV dan akan disiarkan ulang pada saat kampanye dan juga akan memberikan akses bagi penyandang disabilitas dalam bahasa isyarat yang biasa terlihat di televisi. Adapun materi yang akan di berdebatkan kata Yanti, ada 4 segmen yaitu pertama, pemaparan Visi Misi masing – masing paslon. Kedua, pendalaman terhadap Visi Misi berupa pertanyaan yang di berikan oleh moderator dan pertanyaannya diajukan oleh para panelis. Ketiga, salah satu pasangan calon akan memberikan pertanyaan, kemudian akan dijawab oleh ketiga paslon. Selanjutnya ketiga paslon akan di berikan kesempatan untuk merespon tanggapan dari paslon yang lain, dan keempat pasangan calon akan mendapatkan kesempatan yang sama. Dan yang ke empat adalah closing stateman oleh keempat pasangan calon.
Dirinya juga berharap, debat keempat paslon ini bisa ditonton oleh seluruh masyarakat NTT dan bisa diakses melalui media elektronik tv, radio atau lembaga penyiaran lain yaitu live streaming di www.inewstv.id serta diharapkan juga partisipasi aktif media untuk menginformasikan kepada masyarakat terkait jadwal dan tempat pelaksanaan debat.
Sementara juru bicara KPU Provinsi NTT, Yosafat Koli menambahkan, debat yang berlangsung ini tidak bisa diselenggarakan di NTT dikarenakan keterbatasan dana, karena biaya yang disetujui oleh pemerintah dan anggota DPRD Provinsi NTT senilai Rp 1, 6 Miliar. Dan apabila diselenggarakan di Kupang, ibu kota Provinsi NTT, maka anggaran tersebut tidak mencukupi. Berdasarkan mekanisme yang telah disetujui oleh para paslon, maka debat dilaksanakan di Jakarta tepatnya dilembaga penyiaran iNews TV.
Debat Paslon Gubernur – Wakil Gubernur NTT Digelar di Jakarta






