PTSL Menarik Harga Tanah Hibah/ Warisan Ditarik Sebesar RP. 700.000,-

Pekalongan, Poros Nusantara – Program Pendaftaran Tanah Sistem Lengkap ( PTSL), yang di topang oleh Anggaran Pendapat Belanja Negara (APBN), melalui Badan Pertanahan Negara ( BPN ), supaya masyarakat mempunyai hak tanahnya, dan sertifikat, diduga digunakan sebagai ajang Pungli, oleh Kepala Desa dan jajarannya.

Padahal jelas – jelas, surat keputusan bersama ( SKB) 3 menteri, di mana biaya resmi dalam program pendaftaran tanah sistematis lengkap ( PTSL) hanya di perbolehkan Rp.150.000,- kepada pemohon program PTSL.Tapi kenyataannya yang ditemukan di Desa penarikannya Rp.700.000,- sampai Rp. 900.000,- .

Dan ironisnya, kejadian ini terjadi di Desa Bulakpelem Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan , tahun ini mendapatkan jatah 700 bidang dalam pelaksanaannya di Desa terjadi penekanan, dan pungutan di ambang batas kewajaran terutama, dari segi pendaftaran, dan administrasi.

BACA JUGA  Sambut Hari PERS 2020 , DMC Adakan Pemilihan Wartawan Terbaik

Menurut narasumber yang di percayai, yang menjadi  peserta PTSL inisial K ” Menuturkan ” Bahwa dirinya ikut, salah satu peserta program PTSL, yang tanahnya berstatus Hibah /waris dari neneknya, yang sudah meninggal dan ditarik biaya Rp.700.000,- untuk penyeplitan /pemecahan sertifikat dan Rp. 200.000,- untuk pembayaran dipatok, dan materai, jadi kalau di  total keseluruhan mencapai Rp. 900.000,-  perbidangnya.

Menurut keterangan lain, dari salah  satu peserta PTSL juga menyampaikan bahwa kalau status tanah yang ada leter c nya dan tidak Hibah / waris di mintai sebesar Rp. 200.000, perbidangnya. Dan waktu pendaftaran peserta juga harus langsung  melunasi biaya PTSL saat itu juga, tanpa pengecualian dan kalau tidak bisa melunasi saat itu juga, akan di ganti orang lain yang mampu  membayar langsung biaya program PTSL tersebut imbuhnya.

BACA JUGA  KADES KARYAMULYA KAB KARAWANG (ALEK SUKARDI ) PEMERINTAH DESA HARUS TRANSPARAN INSYA ALLAH SELAMAT

Ahmad Kodir, selaku Kepala Desa Bulakpelem, waktu di konfirmasi di ruang kerjanya mengatakan, “Bahwa masalah ini dia baru tahu kalau tanah hibah/ waris di pungut sebesar RP.700.000,-  di tambah pembelian patok dan matarei RP. 200.000,- menjadi RP. 900.000,- padahal dirinya sudah menyampaikan, kepada si pemohon peserta PTSL, di Balai Desa saat itu, kalau tanah itu Hibah / waris memang ada biaya tersendiri, tapi tidak di nominalkan, hanya kebijakan oleh si pemohon atau peserta program PTSL sendiri”,ujarnya.

Harapan dari masyarakat  peserta program PTSL itu sendiri supaya  ada keterbukaan dan jelas peruntukannya, dalam penggunaan dari dana penarikan progam  PTSL, juga mengutamakan keterbukaan dalam menjalankan progam pendaftaran tanah sistematis Lengkap /PTSL

BACA JUGA  Pembukaan Police And Heritage Di Mapolres Solok Selatan Sumatera Barat

 

( Laporan : Hadi / Naryo )

Respon (1)

  1. Berita menyesatkan, karena selain biaya yang 150-200 yang dipunggut ada biaya lain seperti akta peralihan hak yang harus via Notaris dengan biaya 300 – 500.

    Kepala desa dibuat bulan bulanan atas program ini. Hingga sebagian besar menolak program ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *