Setelah diusulkan katanya, DPR akan membantu mengupayakan permohonan tersebut. Apalagi, pihaknya saat ini berada di Komisi VIII yang bermitra langsung dengan BNPB.
Sementara itu Wali Nagari Air Manggis, Yoharman mengatakan, akibat bencana alam pada 2015 tersebut hingga saat ini kurang lebih 20 Ha sawah masyarakat tidak bisa teraliri air sungai. “Ada empat titik irigasi rusak parah, namun satu diantaranya sudah diperbaiki pemerintah daerah,” kata Yoharman.
Pihaknya mengaku pasca kejadian tersebut, pada Desember 2015 pemerintah pusat melalui BNPB membantu biaya penanggulangan bencana sebesar Rp.2 miliar. Namun, biaya tersebut belum cukup untuk mengatasi dampak dari bencana alam yang terjadi.
Secara umum, sebutnya, kurang lebih kerugian masyarakat khususnya petani mencapai 150 ton gabah selama satu tahun atau dua kali panen.”Sementara kurang lebih 50 Kepala Keluarga menggantungkan hidup di jorong tersebut, sehingga efek ekonomi cukup dirasakan akibat bencana alam,” pungkasnya.
Terkait pengajuan proposal bantuan tersebut, Yoharman mengaku telah mengadakan pertemuan dengan anggota DPRD setempat untuk membahas pengajuan proposal ke pemerintah pusat.
Laporan: EQ






