Ibadah Bulanan Jadi Momentum Kader Gerindra Perkuat Pengabdian Dan Kepedulian Sosial

IMG-20260904-WA0054

Jakarta, Porosnusantara.co.id – Rasa syukur atas kehidupan, kesehatan, serta kesempatan untuk kembali berkumpul dalam ibadah bulanan menjadi pesan utama dalam pertemuan tersebut. Selain memperkuat kehidupan rohani, kegiatan ini juga menjadi momentum bagi para pengurus dan kader untuk membangun organisasi yang benar-benar bergerak dan memberikan manfaat bagi masyarakat. “Kalau organisasi tidak bergerak, itu mati. Kita harus hadir dan menjadi berkat bagi masyarakat,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut (4/9/2026).

Dalam kesempatan itu, disampaikan pula apresiasi kepada para pengurus dan peserta yang hadir dari berbagai wilayah, termasuk mereka yang menempuh perjalanan dari Bekasi dan daerah sekitar Jakarta. Kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami musibah juga menjadi perhatian, dengan rencana penyaluran bantuan ke daerah terdampak bencana, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurutnya, keberadaan organisasi tidak cukup hanya ditunjukkan melalui kegiatan seremonial, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata, kepedulian sosial, serta pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ia juga mengajak seluruh kader dan pengurus untuk tetap solid, loyal dan setia terhadap perjuangan Partai Gerindra serta mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Di tengah derasnya informasi dan serangan di media sosial, kader diminta berani menyampaikan informasi yang benar dan meluruskan kabar yang tidak tepat. “Kita harus menggunakan handphone untuk berani bersuara menyampaikan kebenaran. Itu tugas kita,” ujarnya, seraya menekankan pentingnya peran kader umat Kristiani dalam menyuarakan kepentingan masyarakat serta menjaga persatuan bangsa.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa menjadi pengurus merupakan tugas mulia yang menuntut keikhlasan untuk mengutamakan kepentingan masyarakat, bukan kepentingan pribadi atau keluarga. Setiap kader diharapkan mampu menjadi sumber berkat bagi orang lain melalui tindakan nyata, kepedulian dan pengabdian. “Kalau kita bergerak memberkati, bergerak menjadi berkat, itu sama saja kita dengan Tuhan,” pesannya. Ia pun mengajak seluruh peserta untuk tidak sekadar hadir dalam ibadah, memberikan dukungan dan meneriakkan yel-yel kesetiaan, tetapi benar-benar membuktikannya melalui karya dan pengabdian nyata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *