Porosnusnatara.co.id | Jakarta – Sekolah Pelopor LMND bertajuk “Perkuat Ideologi, Tinggikan Politik, Perluas Organisasi” kembali digelar pada Sabtu (11/7) di Mess Aceh, Cikini, Jakarta Pusat. Pada hari kedua, peserta memperoleh pembekalan mengenai geopolitik, geostrategi, dan tantangan keamanan global dari Direktur Eksekutif Intelligence & National Security Studies (INSS) Dr. Stepi Anriani.
Dalam pemaparannya, Dr. Stepi menjelaskan bahwa geopolitik merupakan konsep yang menjelaskan hubungan kondisi geografis dengan kebijakan politik suatu negara, sedangkan geostrategi merupakan implementasi nyata dari konsep tersebut. Menurutnya, keduanya merupakan satu kesatuan dalam penyusunan strategi nasional.
“Geopolitik merupakan tantangan di tingkat konsep, sedangkan geostrategi adalah aksi nyata atau turunannya. Keduanya tidak dapat dipisahkan,” ujar Dr. Stepi.
Ia juga menyoroti perkembangan konflik Iran dan Israel sebagai gambaran perang asimetris. Menurutnya, perang modern tidak lagi hanya ditentukan oleh kekuatan militer, tetapi juga kemampuan suatu negara mempertahankan ketahanan nasional dan menjalankan strategi pertahanan secara efektif.
“Iran membuktikan kemampuannya untuk bertahan dalam waktu lama. Ini menunjukkan bahwa kemenangan tidak selalu ditentukan oleh kekuatan militer konvensional, tetapi oleh strategi pertahanan dan ketahanan,” katanya.
Selain itu, Dr. Stepi menekankan bahwa faktor ekonomi menjadi elemen penting dalam percaturan geopolitik global. Penguasaan jalur perdagangan strategis seperti Selat Hormuz, menurutnya, dapat memberikan dampak luas terhadap perekonomian dunia, termasuk negara-negara yang tidak terlibat langsung dalam konflik.
Ia menilai Indonesia perlu memperkuat kapasitas nasional untuk menghadapi dinamika geopolitik yang semakin kompleks. Penguatan keamanan siber dan perlindungan terhadap infrastruktur strategis disebut menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan negara.






