Porosnusantara.co.id|
Jakarta, 22 Mei 2026 — Sektor infrastruktur Indonesia pada 2026 dinilai masih memiliki peluang besar untuk terus berkembang seiring meningkatnya inovasi teknologi, kolaborasi lintas sektor, serta strategi pembangunan yang semakin adaptif terhadap kebutuhan industri konstruksi.
Hal tersebut disampaikan Ir. Basuki Muchlis, MT dari Infrastruktur Jalan dan Jembatan Indonesia (LSP-IJJI) saat mempresentasikan Product Knowledge bertajuk “Prospek Infrastruktur 2026: Inovasi, Bisnis dan Strategi Pelaksanaannya” dalam rangkaian kegiatan di JI-EXPO Kemayoran, Jakarta, Jumat (22/5).
Dalam pemaparannya, Basuki menyebut pameran yang berlangsung pada 20–22 Mei 2026 tersebut berjalan sukses dan mendapat antusiasme tinggi dari berbagai pelaku industri, baik dari dalam maupun luar negeri.
Kegiatan itu diikuti perusahaan dan pelaku usaha dari sektor konstruksi, energi, teknologi informasi, hingga penyedia alat berat dan teknologi pendukung infrastruktur. Sejumlah negara seperti Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang juga turut berpartisipasi dalam agenda tersebut.
“Antusiasme peserta sangat luar biasa. Ini menunjukkan adanya optimisme besar terhadap pertumbuhan ekonomi konstruksi Indonesia ke depan,” ujar Basuki.
Menurutnya, kebutuhan pembangunan infrastruktur yang terus meningkat membuka peluang besar bagi industri konstruksi nasional. Namun, peluang tersebut perlu didukung dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, asosiasi, himpunan profesi, pelaku usaha, sektor properti, hingga perusahaan teknologi.
Basuki menilai kolaborasi menjadi faktor penting agar pembangunan infrastruktur dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan di tengah tantangan industri yang semakin kompleks.






