Ia juga menekankan bahwa inovasi tidak hanya diperlukan pada aspek konstruksi, tetapi juga dalam sektor pembiayaan dan model bisnis. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kepercayaan investor sekaligus memperkuat iklim usaha di Indonesia.
“Kita memerlukan keyakinan dan dukungan agar para pengusaha semakin percaya diri untuk berinvestasi dan mengembangkan usahanya di Indonesia,” katanya.
Basuki optimistis sektor infrastruktur pada 2026 dan tahun-tahun mendatang akan mengalami pertumbuhan positif yang berdampak pada terbukanya lapangan kerja, meningkatnya aktivitas badan usaha, serta berkembangnya industri konstruksi nasional.
Ia berharap semangat inovasi, kolaborasi, dan penguatan strategi pembangunan dapat menjadi fondasi utama dalam meningkatkan daya saing infrastruktur Indonesia di tingkat global.






