Akibat Ulah Guru MAN Model Kembali Coreng Wajah Pendidikan Kota Singkawang

Akibat Ulah Guru MAN Model Kembali Coreng Wajah Pendidikan Kota Singkawang

Singkawang-Kalbar (kamis 26/09/2025). Akibat Ulah 3 oknom guru MAN Model mencoreng nama baik pendidikan di Kota Singkawang pasalnya buntut MAN Model.meraih kemenangan dari SMA Paloh Sambas sontak siswa siswi MAN Model berlarian memperlihatkan ekspresi dan rasan senang atas kemenangan itu, tapi nampaknya 3 oknom guru berpendapat laian dimana mereka bertiga mengejar siswa siswi yang berlarian itu dan menendang para siswa. Lembaga pendidikan yang seharusnya menjadi gerbong kebaikan dalam melahirkan siswa-siswa yang terdidik dan berkompetensi justru menjadi tempat sarangnya praktek premanisme dan tindakan anarkis yang dipertontonkan oleh oknum-oknum guru MAN MODEL Singkawang kepada para siswa dan publik kota Singkawang., 24 September 2025.

Setelah sebelumnya beberapa kasus yang pernah terjadi yang di lakukan oleh Oknum guru di lingkungan Sekolah Madrasyah Aliyah Negeri Kota Singkawang,kini Perlakuan tidak mendidik kembali terjadi., seperti yang terjadi beberapa tahun sebelumnya,kini terjadi pemukulan dan penganiayaan kepada siswa, pemukulan berat atau pengeroyokan oleh 3 (tiga) oknum guru terhadap 2 (dua) orang siswanya yang telah mengakibatkan siswanya babak belur hingga harus dirawat medis.

Seorang warga yang berdomisili di lingkungan sekolah Man Model Singkawang yang mengetahui kejadian tersebut dari cerita salah satu penonton pertandingan Volly Ball yang berlangsung di Man Model itu berhasil diwawancarai.

Dihadapan awak media Warga yang biasa disapa Bowo itu menjelaskan peristiwa kejadian Penganiayaan kepada siswa oleh oknum guru di MAN Model.

Kronologis kejadian berdasarkan keterangan warga,Saat itu pada tanggal 23 September 2025, sekira jam 16:00 Wiba berlangsung pertandingan Bola Volly antara sekolah Man Model lawan tanding dengan SMA asal Kec. Paloh Kab. Sambas.,Tutur Bowo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *