Porosnusantara – Pandeglang || Banten khususnya daerah Pandeglang merupakan wilayah yang kaya dengan hasil pertaniannya, hal ini di buktikan pada saat daerah tersebut memasuki urutan terbesar pertanian di Indonesia. Pandeglang sendiri banyak memiliki komoditas unggulan yaitu, talas beneng dan olahan daun rajangan, minyak cengkeh, gula aren, tanaman hias, kelapa dan olahannya, manggis, emping, vanili dan walet.
Untuk memaksimalkan potensi yang ada di daerah tersebut sudah sepantasnya pemerintah memperhatikan perkembangannya lebih lanjut, hal ini juga termasuk dalam prasarana dan sarana pertanian sebagai pengkokoh berjalannya produksi bidang pertanian yang termasuk pada irigasi.

Dikhawatirkan cuaca yang berubah-ubah memberikan dampak kepada pertanian dengan lahan yang tidak terus di aliri oleh irigasi. Untuk itu, patut dikatakan bahwa irigasi merupakan hal vital yang harus ditingkatkan, perihal inipun dibenarkan oleh Dirjen PSP (Prasarana dan Sarana Pertanian) yaitu Ir. Ali Jamil, MP., Ph.D
Ia (Ali) mengatakan, untuk menjalankan pertanian yang efesien harus dilakukan pipanisasi dan pompanisasi di beberapa daerah yang sulit maupun tak tersentuh oleh irigasi.
“Dengan infrastruktur yang baik dan optimal, maka agenda pangan tidak boleh bersoal. Karena lahan tersedia, air pun tersedia dengan jaringan hingga ke petak tertier atau bahkan di perbukitan dengan menggunakan pompa atau pipa,” imbuh ali. (17/11/2021).
Perkara irigasi, Diki salah satu staff pelaksana Prasarana dan Sarana Pertanian di Dinas Pertanian Pandeglang juga memberikan tambahan atas pentingnya irigasi itu.
“Bisa saja kadang dikarenakan termakan waktu, di hulu sudah tidak ada tersalurkannya air lagi. Hingga kadang pertanian sulit mendapatkan air. Ya pipanisasi salah satunya,” jelas Diki di kantor Dinas Pertanian Pandeglang. Rabu (15/9/2022).






