Porosnusantara.co.id || Beberapa waktu lalu, lebih tepatnya pada tanggal 11 Juni Kementan (Kementerian Pertanian) tengah menjalankan penanaman perdana jagung di desa Tanjung Pakis, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Penanaman perdana tersebut tak lain ialah suatu langkah yang telah diambil Kementan untuk tetap dan mempertahankan ketahanan pangan nasional sebagai kebutuhan krusial bagi Indonesia serta pemanfaatan lahan di daerah tersebut.
Penanaman perdana yang secara langsung di hadiri oleh Mentan (Menteri Pertanian) Prof. Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH., M.Si., MH. disambut dengan baik oleh para petani desa Tanjung Pakis. Tak hanya Mentan, jajaran Dirjen Kementan, dan DPR juga turut menghadiri penanaman jagung perdana tersebut. Penanaman yang disambut baik oleh para petani, Kabid (Kepala Bidang) Tanaman Pangan Dinas pertanian Karawang, Edi Suryana juga turut mengekspresikan kesyukurannya atas dijalankan penanaman perdana.
“kalau kita alhamdulillah ya sudah di tanami jagung untuk para petani,” sebut Edi Suryana di kantor Dinas Pertanian Karawang. (21/6/2022)
Beliau (Edi), menjelaskan terkait luas tanah yang akan di tanami jagung mempunyai luas lahan sekitar 200 hektar yang berlokasi di desa Tanjung Pakis. Sayangnya, Mentan SYL saat melakukan kunjungan pada acara penanaman jagung mengatakan bahwa luas tersebut terlalu kecil, menurut SYL penanaman jagung harus di maksimalkan hingga pada 1000 hektar.

“Saya mau kontrol ini, jangan kita datang disini hanya 200 hektar, bikin malu itu,” tegas Mentan SYL saat melakukan kunjungan penanaman perdana. (11/6/2022)
Saat dilakukan wawancara Edi Suryana mengatakan untuk melakukan penanaman jagung seluas 1000 hektar bisa dilakukan. Ia menambahkan penanaman jagung dengan 1000 hektar bisa dilaksanakan jika petani yang berada didaerah sekitar antusias untuk melaksanakannya.






