Sukabumi – Porosnusantara.co.id || Pembagian Bantuan Tunai (BLT) di Desa Neglasari Kecamatan Lengkong Kabupaten Sukabumi diwarnai kericuhan. Pasalnya, Kades Neglasari Rahmat Hidayat memgganti bantuan tunai tersebut dengan paket sembako yang tidak sesuai dengan nominal yang diterima oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
“Pembagian nya di ganti dalam bentuk paket sembako yang telah disediakan oleh desa dan itu tidak sesuai dengan nominal dalam bentuk bantuan tunai,” ujar seorang warga berinisial R kepada awak media Poros Nusantara, Jumat (25/2/2022).
Pembagian bantuan tersebut menjadi ricuh, dan Kades Neglasari Rahmat Hidayat bersitegang dan menunjuk-nunjuk salah satu warga.
“Seharusnya perilaku Kades itu dapat menyampaikan nya dengan secara profesional agar dapat di mengerti keputusan-keputusan apa yang telah di sampaikan oleh pemerintah itu agar dapat di mengerti oleh masyarakat juga,” tambah R yang menunjukan video Kades Neglasari sedang menunjuk-nunjuk warga.
“Kami ikut kesal karena warga juga kan kebanyakan awam seperti apa aja sih bantuan yang di berikan pemerintah itu,” lanjut R.
Bahkan dalam prosesnya, Keluarga Penerima manfaat (KPM) tetap mengambil bantuan berupa sembako yang tidak sesuai dalam bentuk Bantuan Lansung Tunai (BLT) sebesar Rp 600,000 ribu yang sudah di berikan oleh pemerintah. Kemudian ada bukti foto pengganti Bantuan Langsung Tunai (BLT) 600,000 ribu ke bantuan sembako jika di kalkulasikan dalam bentuk sembako nominal tersebut pembelanjaan nya menjadi Rp 397000.

“Nah yang menjadi pertanyaan bagi masyarakat sisa uang BLT ini kemana setelah di ganti dengan bantuan berbentuk sembako ini?.
Lalu bentuk permasalahan bantuan uang tunai di ubah oleh perangkat desa dan ditukar dengan kupon paket sembako dari BLT ini sangat jauh sekali perbandingan bantuan berbentuk sembako dan bantuan tunai,” imbuh R.






