Kemudian warga bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas dan BPD melakukan pengecekan langsung paket sembako yang disediakan oleh desa ke pasar. Dan paket sembako itu berdasarkan harga di pasar hanya bernilai Rp 397000, sehingga ada selisih kurang Rp 203000.
“Warga sangat berharap Bupati Sukabumi untuk turun tangan langsung menyelesaikan masalah BLT di Desa Neglasari tersebut, serta memberikan sanksi tegas kepada oknum-oknum Kades yang tidak amanah. Dan apabila terdapat pelanggaran hukum, agar aparat penegak hukum mengusut masalah kasus itu tersebut,” tutur R.
Dan ini harus menjadi suatu pemberitaan yang dapat di lihat oleh pemerintah daerah dan pusat agar tidak terjadi lagi hal-hal yang merugikan keuangan negara dan juga masyarakat
“Di daerah-daerah terpencil seperti kami ini seharusnya di sorot penuh oleh penegak hukum. Dan tentunya di perhatikan juga oleh kepala negara dan pemerintah daerah agar benar-benar jeli memperhatikan mengenai bantuan yang disalurkan agar betul-betul tepat pada sasaran dan tentunya tidak mengurangi nominal yang sudah di berikan oleh pemerintah dan paling terpenting adil dalam pembagian merata sama mendapatkan bantuan yang di berikan tersebut.
Agar bantuan ini juga dapat menjadi sebuah keringanan bagi kami masyarakat yang membutuhkan, bantuan dari pemerintah ini juga tentunya jangan sampai menjadi dampak negatif,” jelas R.
Dan tentu ini jangan sampai terulang kembali menjadi sebuah keuntungan bagi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Pemerintah pun harus tegas menetapkan karakter kinerja yang jujur dan menempatkan posisi pengurus daerah ini orang yang betul-betul pilihan yang amanah, tegas dan adil.
“Jika di kalkulasikan anggaran yang menyimpang tentu sudah dapat menjadi suatu pembangunan yang bermanfaat bagi negara kita,” tutup R.






