Dukung Pengentasan Kemiskinan, Kementan Kembangkan Program BeKeRJa di Lombok Barat

 

Poros Nusantara – Dalam rangka mendukung percepatan pengentasan kemiskinan, Kementerian Pertanian meluncurkan program unik bertajuk Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera atau dikenal dengan akronim Bekerja. Program tersebut menyasar rumah tangga miskin di wilayah perdesaan yang rata-rata bermatapencaharian pokok sebagai petani. Caranya dengan memberikan paket kegiatan produktif berbasis pertanian yang dapat menambah penghasilan.

Tak tanggung-tanggung, tahun 2019 ini Kementerian Pertanian mengalokasikan kegiatan ini di 23 provinsi, 154 kabupaten, 386 kecamatan dan 4.068 desa. Program tersebut menjangkau sasaran 209.127 rumah tangga miskin pertanian yang basis datanya bersumber dari Kementerian Sosial.

Tidak hanya RTMP, penerima manfaat dari program yang diluncurkan sejak 2018 ini adalah Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) terutama yang berlokasi di desa _stunting_ atau daerah rentan rawa pangan. Dengan adanya program ini, pemerintah berharap para Kelompok Wanita Tani (KWT) yang tergabung dalam kelompok KRPL mampu memenuhi pangan dan gizi keluarga, sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.

Direktur Buah dan Florikultura Ditjen Hortikultura, Liferdi Lukman, di sela-sela kegiatan Bimbingan Teknis Program Bekerja Subsektor Hortikultura di Aula Dinas Pertanian Lombok Barat NTB (27/9), mengatakan upaya percepatan pengentasan kemiskinan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kebijakan strategis Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

“Konsepnya sederhana tapi mengena. Setiap rumah tangga miskin pertanian atau RTMP diberikan paket kegiatan produktif berbasis pertanian. Hasilnya diharapkan mampu mendapat penghasilan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Bentuknya berupa paket budidaya sayuran, paket ayam ternak dan paket budidaya buah tahunan seperti durian, bahkan tanaman perkebunan seperti kakao, kopi dan lada. Tentunya ada paket pembinaan dan bimbingan teknis yang intensif,” ujar Liferdi di depan puluhan anggota KWT setempat.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *