Poros Nusantara, Banjarbaru – Banyak capaian yang diperoleh dari Gerakan Revolusi Mental sejak lima tahun terakhir. Gerakan ini meliputi cara berpikir, cara kerja yang membawa perubahan, serta cara hidup berbangsa, tak terkecuali pada bidang pelayanan publik. Revolusi Mental adalah hal mutlak yang harus dilakukan para abdi negara untuk layanan publik yang optimal.
Hal itu disampaikan Deputi bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Diah Natalisa, dalam pembukaan Rembuk Nasional Gerakan Indonesia Melayani di Banjarbaru, Jumat (20/09). “Revolusi Mental di bidang pelayanan publik mutlak dilakukan agar pelayanan publik kepada masyarakat bisa lebih baik,” ujar Diah.
Perlu diakui, pelayanan publik di Indonesia sudah mengalami perbaikan yang signifikan. Hal itu dapat dilihat dari banyaknya instansi pemerintah yang menciptakan inovasi pelayanan publik. Inovasi milik instansi pemerintah itu pun dilombakan secara nasional melalui Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik, bahkan beberapa inovasi terbaik diikutsertakan dalam United Nations Public Service Awards (UNPSA).
Namun, ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan publik juga semakin tinggi. Tentu saja, pelayanan publik yang baik akan berpengaruh terhadap kemudahan berusaha di Indonesia, dan ujungnya adalah peningkatan ekonomi negara.
Pemerintah, jelas Diah, tidak berpangku tangan pada kondisi pelayanan publik saat ini. Setiap individu Aparatur Sipil Negara (ASN) memegang peranan penting dalam mewujudkan pelayanan prima. “Sebagai bagian dari sistem yang terlibat pemerintahan, kita mempunyai peran masing-masing dalam mewujudkan revolusi mental di bidang pelayanan publik,” ungkap Diah.






