Revolusi Mental di Bidang Pelayanan Publik Adalah Hal Mutlak

Dari Bumi Lambung Mangkurat ini, Diah memberikan beberapa poin penting untuk kemajuan pelayanan publik di Indonesia. Pertama, adalah keramahtamahan dalam pelayanan. Menurut Diah, dengan keramahan, pelayanan akan terasa lebih menyenangkan.

Kedua, adalah menciptakan inovasi yang tidak boleh berhenti. Dengan inovasi, pemerintah bisa menyelaraskan kebutuhan masyarakat dengan kemampuan pemerintah. Kemudian yang ketiga, mental para ASN harus berubah, dan mampu beradaptasi dengan perubahan.

Sementara yang keempat, ASN dituntut untuk terus belajar agar kualitas pelayanan publik terus meningkat. Terlebih, saat ini peran teknologi sangat berpengaruh di berbagai sisi. Ilmu pengetahuan buatan tengah marak digunakan dalam berbagai bidang pelayanan publik yang tentu mempermudah masyarakat.

“Siapkah kita menghadapi hal itu? Nantinya peran pelayan publik akan terganti dengan teknologi. Mari kita belajar, kuasai teknologi dan segala perkembangannya,” tutup Diah, diringi tepuk tangan para peserta rembuk nasional.

Rembuk Nasional Gerakan Indonesia Melayani juga diisi oleh para inovator pelayanan publik yang inovasinya ditetapkan sebagai Top 99 atau Top 40 inovasi pelayanan publik. Total ada tujuh inovasi yang akan membagikan ilmunya kepada para peserta.

Dalam waktu yang sama, juga diadakan seminar yang mengangkat tema Mal Pelayanan Publik dan Budaya Pelayanan Prima. Seminar itu dibagi menjadi dua topik, pertama yakni perubahan budaya kerja ASN menjadi budaya melayani. Sementara kedua, adalah best practice MPP terkait pelaksanaan Gerakan Indonesia Melayani. (don )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *