Duta LAPOR!, Representatif Pemerintah untuk Rangkul Generasi Milenial

 

Poros Nusantara, Banjarbaru – LAPOR! Goes to Campus di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) telah usai. Namun tugas Duta LAPOR! Kalimantan Selatan yang baru saja terpilih, sudah menanti. Didapuk sebagai Duta LAPOR! tidak hanya membuat mereka menjadi role model penggunaan aplikasi LAPOR!, tapi juga menjadi perwakilan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) untuk menyosialisasikan kanal pengaduan tersebut kepada masyarakat, terutama para generasi muda.

Juri telah menetapkan dua mahasiswa/i sebagai Duta LAPOR! Kalimantan Selatan. Gelar Duta LAPOR! tersebut disematkan kepada M. Ibnu Haikal Jabar, mahasiswa jurusan Hukum Tata Negara Islam Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, dan Maharani Septianti, mahasiswi jurusan Psikologi Universitas Lambung Mangkurat.

“Duta LAPOR! menjadi representatif Kementerian PANRB dalam rangka menyosialisasikan LAPOR! kepada masyarakat, khususnya generasi milenial,” ujar Deputi bidang Pelayanan Publik Diah Natalisa usai LAPOR! Goes to Campus ULM selesai, Jumat (29/09). Keberadaan Duta LAPOR! ini sebagai bentuk pendekatan pemerintah kepada masyarakat karena mayoritas pengguna LAPOR! adalah masyarakat yang berada di rentang usia 19-35 tahun.

Terpilihnya Duta LAPOR! dinilai membantu masyarakat terutama generasi milenial agar dapat menyampaikan aspirasi dan keluhan terkait pelayanan publik menggunakan saluran komunikasi yang tepat. Hal ini bertujuan agar menurunkan kecenderungan anak muda untuk ‘curhat’ terkait pelayanan publik yang tidak sesuai ekspektasinya ke media sosial.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Bagian Komunikasi Publik Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) Yayat Hendayana selaku tim juri pemilihan Duta LAPOR! Kalimantan Selatan. Menurutnya, mahasiswa lebih mudah dekat dengan sesamanya, sehingga dinilai bisa membantu pemerintah untuk menyosialisasikan LAPOR! dengan cara mereka sendiri. “Terlebih lagi, kedekatan mahasiswa dengan teknologi membuat ada beragam jalan bagi mereka untuk berkomunikasi,” imbuh Yayat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *