Pertama, penerjemahan tiga antologi puisi ke dalam bahasa Rusia dan Inggris.
Sastra dapat menjadi ruang untuk merefleksikan pengalaman manusia, memahami beragam sudut pandang, serta mengembangkan kepekaan emosional. Melalui penerjemahan tiga antologi puisi karya saya ke dalam bahasa Rusia dan Inggris, saya berharap karya sastra Indonesia dapat menjangkau pembaca yang lebih luas.
Program ini juga diharapkan membuka peluang dialog lintas budaya antara Indonesia dan negara lain, termasuk Rusia. Untuk mencapai tujuan tersebut, penerjemahan perlu disertai penyuntingan yang memadai, distribusi yang tepat, dan evaluasi terhadap jangkauan pembaca.
Kedua, pengembangan perpustakaan keliling.
Akses terhadap buku dan bahan bacaan merupakan bagian penting dari upaya memperluas kesempatan belajar. Namun, tidak semua lingkungan memiliki fasilitas perpustakaan yang memadai atau akses yang mudah terhadap bahan bacaan berkualitas.
Perpustakaan keliling diharapkan dapat mendekatkan buku kepada anak-anak dan masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan fasilitas literasi. Selain menyediakan bacaan, program ini dapat dikembangkan melalui kegiatan membaca bersama, diskusi, pengenalan sastra, dan aktivitas kreatif.
Keberhasilan program perlu dinilai berdasarkan jangkauan layanan, jumlah dan keragaman bahan bacaan, keterlibatan peserta, serta perkembangan kebiasaan membaca dari waktu ke waktu.
Ketiga, program pengasuhan anak dan pendidikan keluarga.
Keluarga merupakan salah satu lingkungan penting dalam pembentukan kebiasaan, nilai, disiplin, dan kepedulian sosial. Karena itu, pendidikan karakter tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada sekolah atau perguruan tinggi.
Melalui materi edukasi dan kegiatan pembelajaran berbasis komunitas, program pengasuhan anak dan pendidikan keluarga diharapkan membantu orang tua mengembangkan praktik pengasuhan yang positif, membangun komunikasi yang sehat dengan anak, serta menumbuhkan budaya membaca di rumah.






