Pendidikan Literasi dan Karakter: Menumbuhkan Generasi Berilmu, Berempati, dan Bertanggung Jawab

 
 

Porosnusantara.co.id | Opini

Oleh Novita Sari Yahya

 

Pendidikan memiliki peran penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Namun, keberhasilan pendidikan tidak semestinya hanya diukur berdasarkan gelar akademik, prestasi intelektual, atau kemampuan memperoleh keuntungan ekonomi. Pendidikan juga perlu mendorong pembentukan integritas, empati, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap kehidupan bermasyarakat.

Dalam beberapa kesempatan, saya berinteraksi dengan remaja dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, baik perguruan tinggi swasta dengan biaya pendidikan puluhan juta rupiah per semester maupun perguruan tinggi dengan biaya sekitar tiga juta rupiah per semester. Saya juga memperoleh pengalaman serupa ketika berinteraksi dengan mahasiswa perguruan tinggi negeri.

Berdasarkan pengalaman pribadi tersebut, saya melihat adanya kecenderungan pada sebagian anak muda untuk lebih menekankan keuntungan pribadi, kenyamanan hidup, dan gaya hidup glamor dibandingkan keterlibatan dalam persoalan sosial. Tentu saja, pengamatan ini terbatas pada pengalaman dan lingkungan interaksi saya. Hal tersebut tidak mewakili seluruh mahasiswa Indonesia dan tidak dapat dijadikan kesimpulan umum tanpa penelitian lebih lanjut.

Meski demikian, pengalaman tersebut menimbulkan pertanyaan penting: sejauh mana pendidikan formal telah berjalan seimbang dengan pembentukan karakter? Apakah keberhasilan akademik telah diiringi kemampuan memahami persoalan orang lain, menghargai perbedaan, dan mengambil tanggung jawab terhadap masyarakat?

Pertanyaan ini penting bukan untuk menghakimi generasi muda, melainkan untuk mendorong refleksi bersama mengenai tujuan pendidikan. Mahasiswa menghadapi beragam tantangan sosial dan ekonomi. Karena itu, pembentukan karakter perlu didukung oleh lingkungan keluarga, lembaga pendidikan, masyarakat, dan kebijakan publik yang memberikan ruang bagi tumbuhnya kepedulian sosial.

 
Penulis: Novita Sari Yahya
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *