Diduga Terkait Limbah PT Mayora, Warga Bontomarannu Mengeluh Bau Menyengat hingga Radius 3 Kilometer

 
 

Seperti diketahui, PT. Mayora Indah, Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan makanan dan minuman,seperti biskuit, permen, wafer, coklat, kopi, termasuk air kemasan galon sekali pakai yang juga banyak dikritik pegiat lingkungan karena menganggap produk kemasan ini malah menambah timbulan sampah plastiBau apak yang berasal dari limbah pabrik PT Mayora, di Desa Pakkatto, Gowa, Sulawesi Selatan sangat mengganggu warga bahkan hingga radius tiga kilometer. Aktivis lingkungan pun mengecam keras hal itu.

Aktivis lingkungan hidup Gowa Arfandy Palallo mengatakan, akan segera menurunkan tim investigasi dan mengadvokasi masyarakat. Mereka menuntut perusahaan lebih profesional mengelola limbahnya.

 

“Sebenarnya, ada banyak kerugian jika limbah tidak dijaga dan dikelola dengan baik. Terutama meresahkan warga,”Ia mendorong pemerintah untuk meninjau ulang izin Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) perusahaan tersebut. “Mestinya pemerintah dalam hal ini, Dinas Lingkungan Hidup Gowa jangan tinggal diam. Mereka mestinya peka,” kritiknya.

Ramli Tojeng, aktivis pemerhati lingkungan Gowa lainnya, sependapat. Menurutnya, limbah yang ada di sana mestinya diolah dengan baik.

“Mana mau investor lain masuk, kalau ada yang bau. Apalagi, di sana masih banyak lahan kosong,” terangnya.Menanggapi permasalahan ini, Kepala Bidang Kebersihan dan Persampahan, Dinas Lingkungan Hidup Gowa, Abidzar Husain, berjanji akan segera menanyakan ke bidang terkait mengenai amdal PT Mayora.

“Besok (hari ini) saya akan segera mengecek amdalnya. Kami lihat apakah memang ada atau tidak. NPWP mereka juga sekalian,” janjinya.

Sementara itu, pihak PT Mayora masih tertutup soal limbah yang berulang-ulang dikeluhkan warga tersebut. Pimpinan perusahaan tidak ada yang mau memberikan klarifikasi.

 
Penulis: Supriyadi
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *