Dia juga mengakui belum menerima sama sekali bantuan dari pihak Mayora akibat kerugian yang dialaminya ini. Sekarang, dia terpaksa harus membeli air untuk kebutuhan memasak dan minum. Dia mengatakan baru-baru ini ada dari pihak Mayora bernama Muchlis yang datang ke rumahnya untuk mengambil sampel air di sumurnya. “Katanya untuk diperiksa. Tapi kok ya nggak ada sama sekali pembicaraan soal kerugian yang saya alami akibat ulah mereka itu,” kata Badriah sedikit kecewa terhadap sikap Muchlis dari Mayora.
Kekesalan terhadap limbah pabrik Mayora ini tidak hanya disampaikan warga Desa Gembong saja. Sebagian warga Desa Sumur Bandung yang rumah-rumah mereka berada di sisi kali Kunir juga mengeluhkan hal yang sama. Hal itu seperti yang disampaikan Pak Een, warga RT 16 RW 05 Desa Sumur Bandung. “Baunya sangat menyengat dan warnanya hitam,” katanya.
Menurut pengakuan warga sekitar Kali Kunir, pembuangan limbah yang dilakukan pabrik Mayora itu dilakukan pada jam-jam tertentu, yaitu sehabis maghrib. Saat itu, air kali Kunir langsung berubah menjadi hitam dan berbau. “Saya juga pernah coba ambil airnya dan saya siram ke kaki saya, itu airnya terasa panas dan seperti berlumpur,” tukas Ketua RT 1 Desa Gembong, Doni.
Kepala Desa Gembong H. Nurjen, mengatakan belum ada penjelasan dari Mayora sampai saat ini terkait pencemaran limbah pabrik mereka di kali Kunir. Nurjen yang rumahnya juga berada dekat dengan kali Kunir juga mengeluhkan bau menyengat yang keluar dari air kali. “Komunikasi dengan Mayora belum ada. Harusnya walaupun kami belum berkirim surat, itu kan sudah rilis berita yang ada di media. Harusnya mereka sudah tahu,” ucapnya.
Karenanya, dia mengatakan akan melakukan secara mandiri uji lab dari air warga yang tercemar limbah pabrik Mayora itu. “Saya dulu pernah meminta secara lisan kepada Mayora agar pembuangan limbah jangan ke sungai. Tapi mereka beralasan bahwa air yang dialirkan ke sungai Kunir itu sudah disterilkan lebih dulu sebelum dibuang. Tapi nyatanya tidak seperti apa yang disampaikan pihak Mayora kepada warga. Airnya ternyata hitam dan berbau,” katanya.






