Ia meminta pemerintah melihat persoalan ini sebagai bagian dari tanggung jawab pembangunan dan pemerataan infrastruktur.
“Kami hanya ingin pemerintah hadir. Jalan ini bukan hanya tanah dan batu, tetapi jalan kehidupan bagi masyarakat. Kalau akses dibuka dan diperbaiki, ekonomi bergerak, masyarakat sejahtera dan keterisolasian perlahan bisa diakhiri,” pungkas Achmad.
Masyarakat Desa Batu Tiga berharap Gubernur Kalimantan Barat bersama Pemkab Kapuas Hulu segera mengambil langkah konkret, baik melalui peninjauan lapangan, kejelasan status jalan, penganggaran maupun pelaksanaan perbaikan ruas Nanga Dua–Batu Tiga.
Warga sudah terlalu lama menunggu. Kini yang dibutuhkan bukan sekadar janji, tetapi tindakan nyata.
Wartawan: Ng Siat Fong






