Rencana Pembangunan SMP Negeri 25 Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Menuai Penolakan dari Warga

Senada dengan itu, Ketua RW 14 Bukit Nusa Indah, Herman Wadi, mengungkapkan hasil jajak pendapat yang dilakukan di lingkungan RT 01 hingga RT 05 menunjukkan sekitar 90 persen warga menyatakan keberatan terhadap pembangunan sekolah di lokasi tersebut.

Meski demikian, Herman menegaskan warga tidak menolak pembangunan sekolah negeri. Menurutnya, masyarakat hanya meminta Pemkot Tangsel mengkaji ulang lokasi pembangunan dan membenahi infrastruktur jalan terlebih dahulu agar tidak menimbulkan persoalan bagi warga di kemudian hari.

“Kami meminta pembangunan ini dipending dulu. Harus dikaji ulang dan dengarkan dulu aspirasi warga, karena kami yang nantinya akan merasakan langsung dampaknya setiap hari,” tegas Herman.

Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala Bidang Bangunan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Tangerang Selatan, Maryoto, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) untuk mencari solusi terbaik.

“Nanti kita komunikasikan dengan Dindik dan mudah-mudahan ada solusi,” kata Maryoto kepada awak mediaTangsel.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan, Deden Deni, memastikan pemerintah akan mencari jalan keluar atas persoalan tersebut.

“Pastinya ada solusi,” ujar Deden singkat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak mediaTangsel, pembangunan SMP Negeri 25 merupakan bagian dari program strategis Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk membangun tujuh SMP Negeri baru guna mengatasi keterbatasan daya tampung siswa sekaligus pemerataan akses pendidikan.

Program tersebut telah masuk dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dengan target pelaksanaan pada periode 2025 hingga 2029, yang dapat berlanjut hingga 2030.

Penulis: Supriyadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *