Porosnusantara.co.id |Rencana pembangunan SMP Negeri 25 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) di kawasan Bukit Nusa Indah, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, menuai penolakan dari warga.
Mereka meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel memprioritaskan pelebaran jalan dan penataan infrastruktur lingkungan sebelum merealisasikan pembangunan sekolah tersebut, Selasa (4/8/2026).
Pantauan awak media Tangsel di lokasi menunjukkan bangunan yang sebelumnya berdiri di lahan tersebut telah dibongkar hingga rata dengan tanah sebagai tahap awal pembangunan gedung baru SMP Negeri 25 Tangsel.
Namun, proses pembongkaran itu justru memunculkan gejolak di tengah masyarakat. Sejumlah warga mengaku dirugikan dan menilai pembangunan sekolah di kawasan permukiman padat berpotensi menimbulkan persoalan baru, terutama terkait akses jalan dan kepadatan lalu lintas.
Ketua RW 16 Bukit Nusa Indah, Hendi Wahyono, mengatakan sejak awal warga telah menyampaikan keberatan karena lokasi sekolah berada di tengah lingkungan permukiman dengan akses jalan yang sempit.
“Sejak awal warga keberatan karena lingkungan kami jalannya kecil. Namun karena proses pelelangan pembongkaran sudah berjalan dari BKAD, akhirnya warga menerima pembongkaran dilakukan,” ujar Hendi.
Menurut Hendi, kekhawatiran warga semakin besar setelah mengetahui SMP Negeri 25 direncanakan memiliki sekitar 33 ruang kelas dengan kapasitas mencapai sekitar 1.000 siswa.
“Yang berat justru saat operasional sekolah nanti, bukan hanya saat pembangunan,” katanya.
Ia menilai aktivitas antar-jemput siswa nantinya berpotensi menimbulkan kemacetan di Jalan Kayu Manis, Jalan Kecapi, dan Jalan Mahoni yang selama ini merupakan jalan lingkungan.
Selain persoalan akses jalan, warga juga mengaku tidak pernah dilibatkan sejak tahap awal perencanaan pembangunan sekolah tersebut.






