KEKAYAAN OBI DIKERUK: INI RESPON TEGAS TOKOH MASYARAKAT OBI

Ia mempertanyakan mengapa masyarakat di daerah yang kaya sumber daya alam masih menghadapi berbagai persoalan sosial dan pembangunan.

“Kami ingin melihat investasi bukan hanya besar dari sisi angka dan produksi, tetapi besar juga manfaatnya bagi masyarakat Obi. Kalau kekayaan alam terus diambil, maka harus ada dampak pembangunan yang nyata bagi rakyat,” tegas Budiman.

Menurut Budiman, pemerintah dan investor harus memperkuat program pemberdayaan masyarakat, membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan kapasitas tenaga kerja lokal, serta memperhatikan pembangunan infrastruktur dasar.

“Jangan sampai orang luar datang mendapatkan pekerjaan dan peluang ekonomi, sementara anak-anak Obi yang lahir dan besar di sini justru sulit mendapatkan pekerjaan. Ini yang harus dievaluasi bersama,” katanya.

Ia juga meminta agar masyarakat tidak hanya diberikan janji pembangunan, tetapi dapat melihat hasil yang nyata dan terukur.

Para tokoh masyarakat tersebut menilai angka penduduk Obi yang mencapai kurang lebih 38 ribu jiwa merupakan jumlah yang signifikan dan harus menjadi pertimbangan serius dalam kebijakan pembangunan.

Masyarakat Obi, menurut mereka, berhak memperoleh manfaat dari keberadaan industri dan pengelolaan sumber daya alam di wilayahnya.

Persoalannya bukan sekadar berapa besar nilai investasi yang masuk atau berapa besar produksi yang dihasilkan, tetapi berapa besar manfaat yang kembali kepada masyarakat Obi.

Karena itu, pemerintah diminta menyusun indikator pembangunan yang jelas: berapa tenaga kerja lokal yang terserap, berapa masyarakat yang memperoleh pelatihan, berapa infrastruktur yang dibangun, serta berapa besar kontribusi nyata investasi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *