KEKERINGAN DI OBI DIDUGA TERKAIT PENEBANGAN HUTAN, WARGA DESAK POLDA MALUKU UTARA PERIKSA PIHAK TERKAIT
HALMAHERA SELATAN, MALUKU UTARA — Porosnusantara co id l. (Kamis 01/10/2026). Warga di Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, mendesak Polda Maluku Utara menyelidiki dugaan keterkaitan aktivitas penebangan kayu di kawasan hutan penyangga dengan menurunnya debit sumber air bersih di wilayah tersebut.
Tokoh masyarakat Obi, Budi S.M., mengatakan kondisi kekeringan yang terjadi tahun ini dinilai berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sejumlah sumber air dan aliran sungai yang selama ini menjadi kebutuhan warga disebut mengalami penurunan debit hingga mengering.
Menurut Budi, perubahan tersebut terjadi bersamaan dengan aktivitas penebangan kayu di kawasan hutan yang berada di belakang sejumlah desa. Warga juga mengaku menemukan kawasan hutan yang terbuka serta tumpukan kayu hasil tebangan.
“Selama ini Obi tidak pernah mengalami kekeringan seperti sekarang. Setelah hutan di belakang desa dibabat, debit air ikut menurun. Kami meminta aparat turun dan memeriksa kondisi sebenarnya,” ujar Budi.
Warga meminta aparat penegak hukum memeriksa legalitas kegiatan penebangan, pemegang izin/konsesi, serta pihak-pihak yang terkait dengan pengawasan kegiatan tersebut. Warga juga meminta agar kawasan yang menjadi penyangga sumber air diperiksa secara langsung.
Selain ancaman kekurangan air bersih, warga khawatir kerusakan tutupan hutan dapat meningkatkan risiko erosi, longsor, dan banjir ketika musim hujan.
Warga berharap penyelidikan dilakukan secara transparan dan, apabila ditemukan pelanggaran, pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai ketentuan hukum serta kawasan hutan yang rusak dipulihkan.






