“Apakah satu peleton TNI datang jam 04.00 dengan seragam lengkap dan senjata bisa disebut silaturahmi?” ujar Usman. “Siapa yang memerintahkan?” Menurutnya, seharusnya sebagai wakil rakyat, Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat bertanya tegas ke pemerintah, siapakah yang memerintahkan pengerahan pasukan di malam itu dan atas dasar apa kewenangan itu dilakukan.
Usman mengamati kehadiran militer di ruang-ruang sipil yang di hari-hari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto semakin besar ini terjadi akibat militer Indonesia tidak pernah melepaskan diri dari situasi politik. “Militer terus membayang-bayangi kekuatan sipil dan bahkan memperbesar perannya secara struktural dengan penambahan batalyon teritorial. Karenanya mereka tidak pernah benar-benar menjalankan tugas melindungi pertahanan negara,” katanya.






