Divonis 4,5 Tahun Penjara, Immanuel Ebenezer Akui Kesalahan dan Ingatkan Presiden Prabowo dan KPK

Menurut Noel, KPK seharusnya lebih memaksimalkan fungsi pencegahan sebagaimana diatur dalam undang-undang.

“Karena kan undang-undang KPK ada yang namanya pencegahan. Gunakan dong pencegahan itu. Jangan misalnya kepala daerah ditangkap-tangkapin. Itu kan hasil pilihan rakyat yang ditangkap cuma 300 juta sekian ratus juta sedangkan kebijakan-kebijakan mereka kan luar biasa, jangan sampai nanti publik menganggap institusi KPK ini institusi yang standarnya Apa standar penitipan,” katanya.

Noel juga mengkritik kepemimpinan KPK saat ini yang menurutnya memprihatinkan.

“Karena kita lihat kepemimpinan KPK hari ini bukan didasari integritas moral, tapi hasil titipan para oligarki. Ini memprihatinkan,” ujarnya.

“Dan sebelumnya kan saya sudah ingatkan ke kawan-kawan nanti ada pejabat juga yang akan seperti saya, dulu yang saya ingatkan Pak Purbaya tapi ternyata yang kena ada dua hari ini selain pak Dadan dan Pak Silmy dan kemudian dalam bulan juni-juli ini banyak juga pejabat yang akan ditangkap oleh KPK,” bebernya

Di sisi lain, Noel mengaku prihatin terhadap kondisi sosial dan ekonomi nasional. Ia bahkan mengingatkan adanya potensi eskalasi politik pada Juni hingga Juli 2026 apabila pemerintah tidak peka terhadap kondisi masyarakat.

“Dan satu lagi saya coba ingatkan Pak Prabowo dalam bulan juni-juli ini ada akan ada peristiwa besar, ada eskalasi politik yang ujungnya adalah menggulingkan pemerintahan Prabowo. Konsolidasi ini sudah selesai dan sudah matang. Konsultasi sipil, konsolidasi mahasiswa, konsolidasi buruh, konsolidasi kelompok sipil society dan semuanya tinggal butuh satu pemicu dan aktivis 98 jilid 2 akan terjadi tidak lama lagi, jika Pak Prabowo tidak peka,” ujarnya

“Saya coba ingatkan Pak Prabowo, dalam bulan Juni-Juli ini akan ada peristiwa besar, ada eskalasi politik yang ujungnya adalah menggulingkan pemerintahan Prabowo. Konsolidasi sipil, mahasiswa, buruh dan kelompok masyarakat sudah matang. Tinggal butuh satu pemicu,” katanya.

Penulis: Fadhilah Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *