“Kalau tahun 2025 pesertanya lebih dari 800 orang, sekarang sudah mencapai 1.200 orang. Hampir 80 sanggar terlibat, bahkan juga mengundang peserta dari Korea. Ini menandakan bahwa tari di dunia sudah menjadi bagian dari kolaborasi budaya,” ungkap Rano.
Menurutnya, peningkatan jumlah peserta menunjukkan semakin besarnya minat masyarakat terhadap kegiatan seni sekaligus membuka peluang kolaborasi budaya dengan negara lain.
Rano juga berharap IWDF terus berkembang menjadi agenda internasional yang mampu menarik lebih banyak partisipasi dari berbagai negara.
“Kami ingin menjadikan Jakarta sebagai panggung budaya dunia. Untuk perayaan 500 tahun Jakarta pada 2027, kami sedang menyiapkan berbagai agenda internasional yang melibatkan lebih banyak negara dan perwakilan dari berbagai benua,” tuturnya.
IWDF 2026 menghadirkan berbagai kegiatan seperti parade budaya, workshop, pertunjukan seni, kompetisi tari, flashmob, hingga penampilan seniman nasional dan internasional. Festival ini juga diperkirakan dikunjungi sekitar 10 ribu orang sepanjang penyelenggaraannya.
Besarnya jumlah peserta dan pengunjung tersebut menunjukkan bahwa kegiatan budaya tidak hanya berfungsi sebagai sarana pelestarian seni, tetapi juga berpotensi menjadi penggerak ekonomi melalui sektor pariwisata, industri kreatif, dan usaha masyarakat yang terlibat dalam penyelenggaraan acara.
Wartawan: Rudi






