Porosnusantara.co.id | Novelis Mudji Sabar Soemardjan kembali hadir dengan karya keduanya berjudul *Cinta Segitiga di Langit Kediri*, terbit Februari 2026. Mengusung gaya penulisan fiksi-fakta, novel ini mengisahkan tentang cinta, restu, pengorbanan, dan perjalanan hidup tiga anak manusia yang jalannya saling bertaut.
Tampak di sampul depan, ilustrasi tiga sosok berdiri di tepi langit yang biru: *Paul Prakoso*, *Citra Kusumo*, dan *Bhima*. Ketiganya memang menjadi pusat dari “segitiga” yang memberi judul pada novel ini.
Paul adalah anak tunggal pengusaha kaya di Kediri. Citra adalah gadis yang sejak awal dijodohkan dengannya oleh orang tua. Demi berbakti, Citra berusaha menumbuhkan cinta untuk Paul. Padahal jauh di lubuk hatinya, ia telah menyimpan rasa pada Bhima sejak pertama kali bertemu. Bhima pun merasakan hal yang sama, tapi memilih memendam karena tahu Citra telah dijodohkan.
Kisah berbelok saat Paul secara sepihak memutuskan pertunangan itu. Ia justru menikahi *Tantri*, gadis Bali putri mitra bisnisnya. Citra hancur. Namun pernikahan Paul ternyata fatamorgana. Gaya hidup mewah Tantri membuat Paul jatuh ke jurang kebangkrutan. Mereka bercerai. Tantri hijrah ke Australia, menikah lagi dua kali, namun kembali gagal karena perbedaan prinsip. Sementara Paul dikirim ke Belanda untuk studi.
Sementara itu hidup Citra berbalik 180 derajat. *Pak Kusumo*, ayah Citra yang dulu melarangnya dekat dengan Bhima, kini justru merestui dan mengidolakan Bhima sebagai calon menantu. Jalan Citra tetap tidak mudah. Ia tahu Bhima sempat dekat dengan *Rina*, lulusan universitas di Malaysia. Tapi pada akhirnya Bhima memilih Citra. Mereka menikah. Rina pun menikah dengan *Didiek*, sahabat Bhima sejak kecil.






