Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut menyebut dinamika kritik merupakan bagian penting dalam perjalanan demokrasi dan tradisi intelektual HMI.
“Kalau nanti adik-adik sudah menjadi pejabat, siap-siap juga dikritik oleh juniornya sendiri. Itu bagian dari perjuangan dan demokrasi,” katanya disambut tawa peserta yang hadir.
Ia juga menilai HMI dan KAHMI selama ini dikenal sebagai organisasi yang aktif melahirkan gagasan, kritik, dan gerakan intelektual di tengah masyarakat.
Menurutnya, semangat berpikir kritis dan keberanian menyampaikan aspirasi harus tetap dijaga oleh kader HMI di berbagai bidang pengabdian.
Kegiatan Halal Bihalal tersebut menjadi ruang konsolidasi moral dan kebangsaan bagi kader HMI dan KAHMI untuk terus menjaga persatuan serta memperkuat kontribusi terhadap pembangunan bangsa.






