Singapura Tolak “Tarif Selat”, Alarm Strategis bagi Indonesia

> “Jika laut mulai diberi harga, maka yang mahal bukan tarifnya, tetapi kedaulatan negara yang tidak siap.”

Menurutnya, Indonesia menghadapi tantangan klasik: memiliki posisi strategis, tetapi belum sepenuhnya memiliki strategi atas posisinya.

Sikap Singapura menjadi pengingat bahwa dalam geopolitik, ketegasan adalah instrumen kekuatan. Sementara bagi Indonesia, dinamika di Selat Hormuz adalah alarm dini, bahwa dalam dunia yang saling terhubung, ancaman terbesar bukan selalu yang tampak, melainkan yang perlahan membentuk aturan baru.

Jika jalur laut berubah menjadi alat tawar, maka negara tanpa strategi akan sekadar menjadi penonton di jalurnya sendiri.

Penulis: AxnesEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *