Momentum halal bihalal PKKT-SA ini pun menjadi bagian dari gerakan bersama untuk memperkuat identitas daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata.
Ketua Umum PKKT Slawi Ayu, Letkol (Purn) Dermawan, menegaskan komitmen organisasinya dalam memperkuat kebersamaan serta menjalankan program sosial berkelanjutan melalui kegiatan Halalbihalal yang kembali digelar tahun ini.
Dalam wawancara dengan awak media, Dermawan menyampaikan bahwa Halalbihalal merupakan agenda rutin tahunan PKKT Slawi Ayu. Namun, dalam kurun waktu 3,5 tahun terakhir, kegiatan tersebut baru dapat terlaksana sebanyak dua kali.
“Halalbihalal pertama kami laksanakan pada tahun 2023, namun saat itu masih dalam suasana pandemi COVID-19 sehingga kegiatan sempat terhenti. Alhamdulillah, saat ini kondisi sudah aman, sehingga kita bisa kembali melaksanakan Halalbihalal yang kedua,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa PKKT Slawi Ayu tidak hanya fokus pada kegiatan seremonial, tetapi juga telah menyiapkan sejumlah program strategis ke depan. Salah satunya adalah rencana penanaman pohon yang akan dilaksanakan pada November 2026 di wilayah Guci dan Jatinegara—daerah yang dikenal rawan bencana seperti tanah longsor dan pergerakan tanah.
“Kegiatan penanaman pohon ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan, khususnya di daerah yang memiliki potensi bencana alam,” tambahnya.
Selain itu, PKKT Slawi Ayu juga berkomitmen untuk melakukan evaluasi terhadap paguyuban-paguyuban yang berada di bawah naungannya. Saat ini terdapat 34 paguyuban yang tergabung, dan organisasi siap memberikan perlindungan, termasuk bantuan hukum apabila diperlukan.
“Kami akan terus melindungi dan membina paguyuban-paguyuban ini. Jika ada persoalan yang dihadapi, kami siap membantu, termasuk dari sisi hukum,” tegas Dermawan.






