Porosnusantara.co.id | Jakarta – Dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-72 Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Ketua Umum Sujahri Somar menyampaikan refleksi mendalam terkait perjalanan panjang organisasi serta tanggung jawab besar kader di masa kini.
Dalam sambutannya, Sujahri menegaskan bahwa usia 72 tahun bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata ketangguhan GMNI dalam menghadapi berbagai dinamika dan tantangan zaman. “
“Tujuh puluh dua tahun adalah saksi dari kerja keras para senior, pengorbanan kader, serta keyakinan yang tidak pernah luntur untuk tetap mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa kader GMNI saat ini bukanlah sekadar penikmat sejarah, melainkan penerus estafet perjuangan.
“Kita berdiri di sini bukan sebagai tamu yang menikmati apa yang telah ada, tetapi sebagai penerus yang memiliki tanggung jawab besar menjaga dan menghidupkan semangat perjuangan,” tambahnya.
Mengutip pesan Soekarno, Sujahri mengingatkan pentingnya keberanian bermimpi besar.
“Gantungkan cita-citamu setinggi langit. Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang. Pesan ini sederhana, namun sarat makna—bahwa generasi muda harus berani tampil, bermimpi besar, dan tidak takut gagal,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh kader GMNI untuk siap menghadapi perubahan zaman dengan sikap yang teguh dan penuh keyakinan. Menurutnya, tantangan ke depan menuntut mahasiswa nasionalis untuk adaptif sekaligus tetap berpegang pada nilai-nilai perjuangan.
“Sudah saatnya kita menunjukkan bahwa GMNI bukan hanya bagian dari sejarah masa lalu, tetapi juga menjadi solusi dan jawaban atas berbagai persoalan bangsa hari ini,” tutup Sujahri.






