“Kebangkitan bukan hanya peristiwa, tetapi pengalaman. Ketika seseorang benar-benar hidup dalam kebangkitan, maka hidupnya tidak akan sama lagi,” katanya.
Lebih jauh, ia mengajak umat untuk tidak hanya menjadikan iman sebagai identitas, tetapi sebagai kekuatan yang nyata dalam menghadapi kehidupan.
“Iman harus menjadi jawaban, bukan sekadar pengakuan. Di tengah masalah, di situlah iman bekerja,” ujarnya.
Di tengah arus perubahan zaman, ia juga menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai kebenaran dan tetap hidup dalam prinsip iman yang kokoh.
“Ketika dunia berubah, iman harus tetap teguh. Di situlah orang percaya menjadi terang,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, Ev. Kefas Hervin Devananda, SH, S.Th., M.Pd.K menyampaikan pesan kepada seluruh umat Kristen:
“Selamat memperingati Jumat Agung dan selamat menyambut Paskah 2026. Kiranya kita tidak hanya percaya, tetapi benar-benar hidup dalam kuasa kebangkitan Kristus. Tuhan Yesus memberkati.”






