Arus Balik Ketapang–Gilimanuk Meningkat, ASDP Siapkan Skema TBB dan Buffer Zone untuk Jaga Kelancaran

Sebagai bagian dari manajemen lalu lintas terpadu, buffer zone Grand Watudodol dan Bulusan disiapkan dengan kapasitas sekitar 900 kendaraan untuk mobil pribadi dan bus. Sementara itu, kendaraan logistik diarahkan ke Terminal Sritanjung, PT Pusri, dan Pelindo Tanjung Wangi dengan kapasitas sekitar 600 unit. Keberadaan buffer zone ini menjadi kunci menjaga distribusi kendaraan tetap terkendali sebelum memasuki pelabuhan, sekaligus sebagai langkah mitigasi saat kondisi darurat.

Adapun kapal siap operasi di lintasan Ketapang-Gilimanuk sebanyak 55 kapal dengan produksi kapal harian sekitar 28-32 kapal. Pengoperasian jumlah kapal harian ditentukan dari pola operasi Normal, Padat, dan Sangat Padat.

ASDP juga menghimbau pengguna jasa untuk segera membeli tiket melalui aplikasi Ferizy atau website trip.ferizy.com sejak jauh hari, karena tiket sudah bisa dibeli sejak 60 hari sebelum keberangkatan. Kerja sama pengguna jasa dapat membantu mencegah kepadatan di pelabuhan.

*Keselamatan Diutamakan*
Dukungan Kepolisian turut memperkuat pengelolaan arus penyeberangan. Kapolda Jawa Timur, Nanang Avianto, menegaskan, “Bahwa keselamatan yang diutamakan.” Senada, Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa pemanfaatan kebijakan _work from anywhere_ (WFA) dapat menjadi salah satu langkah dalam mengurai kepadatan pada periode tertentu, serta perlunya evaluasi menyeluruh terhadap kondisi di Gilimanuk.

Berdasarkan data Posko Ketapang selama 24 jam pada H+1 (23 Maret 2026), tercatat 177 trip kapal. Total penumpang mencapai 38.212 orang atau meningkat 0,7 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 37.943 orang. Kendaraan roda dua tercatat 6.534 unit atau naik 34,2 persen dari 4.870 unit, sementara roda empat sebanyak 4.290 unit atau turun 12,9 persen dari 4.927 unit.

Penulis: AxnesEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *