Rakernas Koperasi Indonesia Perkuat Koperasi Merah Putih, Generasi Muda Didorong Jadi Motor Ekonomi Kerakyatan

Porosnusantara.co.id | JAKARTA – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Koperasi Indonesia menjadi momentum strategis untuk memperkuat gerakan koperasi nasional melalui penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) serta pelibatan generasi muda sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (29/7/2026) itu juga dirangkai dengan diskusi kebangsaan dan pelantikan Ketua Dewan Pembina baru.

Ketua Umum Angkatan Muda Koperasi Indonesia mengatakan Rakernas tidak hanya menjadi forum penyusunan program kerja organisasi, tetapi juga sarana membangun kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya koperasi sebagai pilar perekonomian nasional.

“Momentum ini kami manfaatkan untuk melaksanakan Rakernas Koperasi Indonesia, menggelar diskusi kebangsaan, sekaligus melantik Ketua Dewan Pembina yang baru. Kami berharap kepengurusan yang baru dapat memberikan pengalaman, pemahaman, dan semangat kepada masyarakat, khususnya anak muda, agar lebih memahami dan mencintai koperasi,” ujarnya.

Menurutnya, masih banyak kalangan muda yang memiliki persepsi keliru terhadap koperasi. Oleh karena itu, edukasi terus dilakukan agar koperasi dipandang sebagai wadah pemberdayaan ekonomi yang modern, profesional, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai tindak lanjut Rakernas, Angkatan Muda Koperasi Indonesia menetapkan lima program prioritas, yakni sosialisasi dan edukasi koperasi, percepatan pengembangan usaha koperasi, peningkatan kapasitas manajemen, perluasan akses permodalan, serta transformasi digital dalam tata kelola koperasi.

Selain itu, organisasi juga menegaskan komitmennya untuk mendampingi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

Sementara itu, Kepala Desa Cikedokan, Kecamatan Cikarang Barat, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Rakernas yang dinilainya memberikan banyak manfaat bagi para pengurus Koperasi Desa Merah Putih.

“Menurut saya acaranya luar biasa, bagus, berisi, padat, simpel, dan memberikan pendidikan serta arahan yang baik bagi Koperasi Desa Merah Putih masing-masing. Narasumbernya juga luar biasa, penyampaiannya sangat baik dan memberikan motivasi,” katanya.

Ia mengungkapkan, Pemerintah Desa Cikedokan masih menunggu kepastian penyediaan lahan untuk pembangunan koperasi. Hingga kini, koperasi di wilayah Kecamatan Cikarang Barat masih menggunakan lokasi sementara karena belum memiliki lahan sendiri.

Meski demikian, sejumlah program usaha telah berjalan, di antaranya penjualan minyak goreng serta proses kerja sama penyaluran LPG 3 kilogram. Menurutnya, sistem simpanan pokok dan simpanan wajib anggota menjadi modal penting untuk memperkuat kemandirian koperasi.

“Kami optimistis Koperasi Desa Merah Putih dapat berkembang dengan baik apabila didukung seluruh anggota dan masyarakat. Permodalan melalui simpanan pokok dan simpanan wajib menjadi salah satu kekuatan koperasi untuk terus tumbuh,” ujarnya.

Di sisi lain, salah seorang pengurus Koperasi Merah Putih mengakui bahwa keterbatasan modal masih menjadi tantangan utama dalam pengembangan usaha koperasi.

Saat ini, modal koperasi masih berasal dari iuran anggota sebesar Rp10.000 per bulan. Dana tersebut digunakan sebagai modal awal untuk menjalankan usaha penyediaan kebutuhan pokok seperti LPG, minyak goreng, beras, dan sembako.

“Usaha sudah berjalan, gas sudah ada, minyak, sembako, dan beras juga sudah tersedia. Tetapi masih terbatas karena modalnya masih untuk memutar usaha. Saat ini yang berbelanja masih anggota koperasi, belum mencakup seluruh masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya berharap pemerintah segera merealisasikan dukungan permodalan agar koperasi mampu memperluas pelayanan kepada masyarakat.

“Kalau modal sudah mencukupi, koperasi akan lebih berkembang dan manfaatnya bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat,” katanya.

Apresiasi terhadap gerakan koperasi juga datang dari perwakilan masyarakat, Bulan Efendi. Ia menilai kehadiran wadah Komunitas Masyarakat Peduli (KMP) memberikan dampak positif dalam membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

“Kegiatan ini sangat positif sekali. Mudah-mudahan masyarakat bisa mendapatkan sembako dengan harga yang terjangkau. Tujuannya sederhana, hanya ingin memakmurkan warga,” ujarnya.

Ia berharap kolaborasi antara koperasi, komunitas, dan pemerintah terus diperkuat sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperluas manfaat ekonomi kerakyatan di berbagai daerah.

Melalui Rakernas Koperasi Indonesia 2026, pemerintah, pelaku koperasi, dan berbagai pemangku kepentingan optimistis koperasi dapat semakin berkembang sebagai pilar ekonomi nasional yang modern, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam membangun kemandirian ekonomi Indonesia.

Penulis: Supriyadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *