Arus Balik Ketapang–Gilimanuk Meningkat, ASDP Siapkan Skema TBB dan Buffer Zone untuk Jaga Kelancaran

Porosnusantara.co.id|

*Banyuwangi, 24 Maret 2026* — Di tengah dinamika peningkatan trafik penyeberangan, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memperkuat langkah antisipatif guna memastikan arus Ketapang–Gilimanuk tetap lancar, aman, dan terkendali. Melalui koordinasi lintas instansi yang solid serta skenario operasional adaptif, ASDP menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap keputusan layanan.

Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, mengimbau pengguna jasa untuk mengatur waktu perjalanan. “Kami mengimbau pengguna jasa untuk menghindari perjalanan pada puncak arus balik Lebaran yang diprediksi akan terjadi pada tanggal 24, 28, dan 29 Maret 2026,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh langkah mitigasi telah disiapkan secara terukur dan siap dijalankan kapan pun diperlukan. “Kami memastikan bahwa seluruh langkah operasional dilakukan secara terukur, adaptif, dan mengedepankan keselamatan sebagai prioritas utama. Dalam kondisi normal, arus penyeberangan diharapkan berjalan lancar, namun apabila terjadi lonjakan kendaraan maupun cuaca ekstrem, maka langkah mitigasi akan segera kami implementasikan secara cepat dan terkoordinasi,” ujar Yossi lagi.

Dalam skenario kepadatan, khususnya saat volume kendaraan di kantong parkir Pelabuhan Ketapang mencapai 972 unit mobil, ASDP bersama KSOP, BPTD, dan Kepolisian akan menerapkan pola Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB). Skema ini memungkinkan kapal langsung kembali beroperasi tanpa menunggu muatan penuh, sehingga mempercepat penguraian antrean. Kendaraan selanjutnya diarahkan menuju buffer zone, termasuk kawasan Bulusan, sembari ASDP mengoptimalkan armada berkapasitas besar seperti KMP Portlink VII milik ASDP dan KMP Liputan XII milik PT Segara Luas Samudra Abadi (SLSA) guna mempercepat proses bongkar muat.

Penulis: AxnesEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *