Ghost in the Cell” Angkat Risiko Jurnalis dan Kritik Sosial, Joko Anwar: Film Harus Menghibur tapi Tetap Punya Sikap

Refleksi tentang Jurnalis dan Kebebasan Pers

Salah satu karakter, Dimas, disebut menggambarkan risiko nyata profesi jurnalis—terutama dalam konteks tekanan dan tarik-menarik kepentingan.

Melalui Ghost in the Cell, Joko Anwar tampaknya mencoba menghadirkan kisah yang berdiri di antara hiburan dan kritik sosial. Film ini bukan hanya soal ketegangan visual, tetapi juga tentang suara yang mungkin dibungkam, idealisme yang diuji, dan sistem yang menekan.

Film Ghost in the Cell dijadwalkan tayang di bioskop tahun ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *