Sementara itu, Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri Dr. Yusharto Huntoyungo, M.Pd, menegaskan bahwa forum ini menjadi ruang strategis untuk menyamakan persepsi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memandang stadion sebagai barang milik daerah yang bernilai ekonomi tinggi.
“Pengelolaan stadion harus berbasis tata kelola yang baik, profesional, serta berorientasi pada keberlanjutan. Dengan demikian, stadion dapat memberikan multiplier effect bagi perekonomian daerah, khususnya bagi UMKM,” jelasnya.
Diskusi yang dipandu oleh pengamat sepak bola nasional Tommy Welly (Bung Towel) berlangsung dinamis dan interaktif. Dalam pengantarnya, moderator menyoroti pembangunan dan renovasi stadion pasca Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022 sebagai bentuk niat baik negara dalam mendukung sepak bola nasional.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa niat baik tersebut harus diikuti dengan implementasi kebijakan yang konkret di lapangan. Stadion yang telah dibangun dan direnovasi perlu dikelola secara optimal, tidak hanya untuk pertandingan sepak bola, tetapi juga sebagai pusat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
Forum ini menghadirkan berbagai narasumber dari unsur pemerintah pusat dan daerah, akademisi, pelaku industri olahraga, serta perwakilan klub sepak bola profesional. Diskusi difokuskan pada tantangan pengelolaan stadion, model kerja sama pemanfaatan aset daerah, kebutuhan regulasi dan pembiayaan, serta praktik terbaik pengelolaan stadion di sejumlah daerah.
Melalui forum ini, diharapkan lahir rekomendasi kebijakan strategis yang dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam mengelola kawasan stadion sepak bola secara produktif, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat serta UMKM.






