Aktivis 98 Soroti Pembatalan Sepihak Acara Peringatan 28 Tahun Reformasi
JAKARTA — Porosnusantara co id. Sejumlah aktivis 98, akademisi, mahasiswa, dan pekerja menyesalkan pembatalan sepihak kegiatan peringatan 28 tahun Reformasi yang rencananya digelar di Gedung University Training Center (UTC)-UNJ/Hotel Naraya, Jakarta.
Dalam siaran pers yang diterima Kamis (21/5/2026), mereka menyebut Reformasi 1998 merupakan tonggak penting perjalanan demokrasi Indonesia yang membawa agenda besar seperti pemberantasan korupsi, demokratisasi, penghapusan dwifungsi ABRI, hingga penguatan kesejahteraan rakyat dan pendidikan nasional.
Namun, mereka menilai sebagian besar agenda reformasi hingga kini belum dijalankan secara serius. Menurut mereka, praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme masih berlangsung, demokrasi dinilai memburuk, serta pelanggaran HAM disebut masih terus terjadi.
Kelompok tersebut awalnya berencana menggelar forum refleksi dan peringatan Reformasi di UTC-UNJ/Hotel Naraya setelah memperoleh surat persetujuan penggunaan tempat pada 19 Mei 2026 dengan nomor 0000310/C1/SM/V/2026.
Namun sehari kemudian, panitia mengaku menerima surat pembatalan sepihak dari pihak manajemen hotel tanpa penjelasan rinci terkait alasan pembatalan kegiatan.
Mereka menyebut sebelumnya pihak hotel sempat menyampaikan melalui sambungan telepon bahwa ada pihak lain yang meminta acara tersebut dibatalkan, meski tidak dijelaskan siapa pihak dimaksud.
“Kami menyesalkan peristiwa ini terjadi dan kami mempertanyakan siapa pihak yang meminta Naraya membatalkan acara Peringatan 28 Tahun Reformasi tersebut,” demikian bunyi pernyataan sikap tersebut.
Para aktivis menilai pembatalan kegiatan itu menjadi tanda buruk bagi iklim demokrasi dan kebebasan berekspresi di Indonesia. Mereka juga menegaskan bahwa peringatan Reformasi seharusnya menjadi ruang refleksi publik terhadap perjalanan demokrasi dan arah bangsa setelah 28 tahun reformasi bergulir.






