“Kami di AKI mendorong penerapan inovasi seperti teknologi ‘Rumah KITA’, sebuah solusi hunian tapak yang mengkombinasikan kecepatan konstruksi baja ringan (LGS) dengan kekuatan beton bertulang. Ini adalah jawaban atas kebutuhan rumah yang cepat, tahan gempa, namun tetap berkualitas tinggi dan memenuhi standar pemerintah,” ujar Basuki Muchlis dalam sesi presentasinya.
Selain aspek teknis, forum ini juga membahas strategi finansial bagi pengembang dan kontraktor. Basuki memaparkan pentingnya pemahaman mendalam mengenai studi kelayakan (feasibility study) dan berbagai skema pendanaan, baik melalui pasar modal maupun jalur non-pasar modal seperti pinjaman bank atau obligasi global, untuk memastikan keberlanjutan proyek-proyek strategis.
Acara ini juga menghadirkan pandangan komprehensif dari narasumber lain, yakni Cahyono Siswanto (Director of Market Insights & Economics, Quantum Indonesia) yang membahas tren pasar, dan Dr. Mustika Sari (Dosen Teknik Sipil Universitas Indonesia) yang menyoroti aspek akademis dan lingkungan. Sinergi antara praktisi, pengamat ekonomi, dan akademisi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem konstruksi yang lebih tangguh.
Kehadiran AKI dalam BDExpo 2025 ini menegaskan komitmen asosiasi untuk terus beradaptasi dengan transformasi digital dan implementasi konstruksi yang ramping (Lean Construction) serta berwawasan lingkungan (Green Construction) demi kemajuan industri konstruksi Indonesia.
Tentang Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI) Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI) adalah organisasi yang menaungi perusahaan-perusahaan kontraktor dengan kualifikasi besar di Indonesia. Didirikan pada tahun 1973, AKI berperan aktif sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan infrastruktur nasional dan menjunjung tinggi etika serta profesionalisme dalam industri jasa konstruksi.






