“Kami terus berkoordinasi dengan BPBD, Basarnas, serta aparat setempat untuk memastikan seluruh proses berjalan dengan baik. Kampus juga menyiapkan langkah-langkah pendampingan dan dukungan bagi keluarga,” jelasnya.
Selain itu, Rektor memastikan bahwa universitas akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme pelaksanaan kegiatan KKN, terutama dari aspek keselamatan, mitigasi risiko, dan pengawasan lapangan.
“Keselamatan mahasiswa adalah prioritas utama. KKN adalah bagian dari pengabdian, tetapi setiap kegiatan harus dijalankan dengan kesiapsiagaan dan pengawasan yang ketat,” tegas Prof. Nizar.
Sebagai bentuk penghormatan, UIN Walisongo menggelar doa bersama pada Jumat malam (7/11/2025) di kampus utama Semarang untuk mengenang enam mahasiswa yang gugur dalam pengabdian.
“Semoga Allah SWT menerima amal ibadah para korban, memberikan ketabahan kepada keluarga, dan melindungi seluruh mahasiswa dalam setiap langkah pengabdiannya kepada masyarakat,” tutup Prof. Nizar.
Daftar Korban Mahasiswa KKN UIN Walisongo yang hanyut sumber instagram@uinwalisongo






