Reportase Bedah Film: Idiocracy, Cerminan Akal Manusia Akan Dibawa Kemana?

Menurutnya, Idiocracy menggambarkan kondisi masyarakat yang dipenuhi kebebasan semu. “Kapitalisme membuat manusia seolah punya banyak pilihan, tapi justru bingung memilih. Seperti orang yang membuka GoFood selama 30 menit tanpa memesan apa pun karena terlalu banyak pilihan. Kebanyakan pilihan justru membuat stres,” ujarnya disambut tawa peserta.

Ia juga menegaskan, Islam hadir sebagai panduan agar manusia tidak tersesat dalam kebebasan tanpa arah. “Allah sudah memberikan aturan agar manusia tahu mana yang baik dan buruk. Tanpa pedoman, manusia akan terjebak dalam kebingungan,” ujarnya sambil mengutip Surah Al-Baqarah Ayat 195 dan Ar-Ra’du Ayat 11 yang menegaskan pentingnya perubahan diri dan menjaga kebaikan.

Menutup dengan Komitmen

Diskusi ditutup dengan refleksi bersama bahwa kemajuan teknologi seharusnya tidak menjauhkan manusia dari akalnya. Gen Z diajak untuk lebih bijak dalam menggunakan teknologi dan tidak hanyut dalam budaya instan yang menumpulkan daya pikir.

“Film Idiocracy memberi kita peringatan bahwa tanpa bimbingan nilai dan iman, manusia akan kehilangan arah. Islamlah yang menjadi panduan agar akal manusia tetap berjalan di jalan kebenaran,” tutup moderator.

Dengan semangat tersebut, para peserta berkomitmen untuk menjadi generasi yang kritis, berilmu, dan tidak mudah terombang-ambing oleh arus teknologi modern. Tentunya dipandu oleh sistem Islam yang membimbing generasi menuju kebenaran

Penulis: RedaksiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *