Porosnusantara.co.id | Rokan Hilir-Sungguh memprihatinkan kondisi SD Negeri 012 Sei Sampai Niat, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir. Keadaan ini kembali menambah catatan kelam terhadap fasilitas pendidikan yang seharusnya menjadi tempat layak bagi peserta didik dalam menimba ilmu.
Berdasarkan hasil investigasi di lapangan, bangunan sekolah tampak kumuh dan tidak terawat. Hampir seluruh ruang kelas mengalami kerusakan plafon yang berlubang dan rapuh. Kondisi halaman sekolah yang menggunakan sistem pelantaran bertongkat juga terlihat berlubang, tidak stabil, dan berpotensi membahayakan keselamatan siswa yang beraktivitas di area tersebut.
Ironisnya, pemerintah setiap tahun telah mengucurkan Dana BOS yang diperuntukkan bagi pemeliharaan dan peningkatan kualitas sarana prasarana sekolah.
Berdasarkan penelusuran, anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana SD Negeri 012 Sei Sampai Niat sejak 2022 hingga semester I tahun 2025 tercatat mencapai sekitar Rp150 juta. Namun realisasi di lapangan justru jauh dari kondisi sekolah yang layak, sehingga menimbulkan dugaan ketidaksesuaian penggunaan anggaran.
Atas temuan ini, masyarakat dan pemerhati pendidikan meminta Kejaksaan Negeri Rokan Hilir memeriksa Kepala Sekolah dan Bendahara terkait dugaan penyimpangan anggaran. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rokan Hilir juga diminta turun langsung ke sekolah tersebut untuk memastikan kondisi sebenarnya serta mengambil langkah perbaikan.
Tidak hanya itu, Kepala Sekolah SD Negeri 012 Sei Sampai Niat turut dimintai klarifikasi terkait dugaan pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP). Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa bantuan PIP sebesar Rp450.000 untuk murid kelas 4–6 diduga dipotong Rp50.000 per orang.
Sementara bantuan PIP sebesar Rp225.000 untuk murid kelas 1–3 diduga dipotong Rp25.000.
“Kalau ini tidak benar,” jawab Kepala Sekolah singkat saat dikonfirmasi.
Kepala Sekolah kembali dimintai penjelasan terkait penggunaan anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana sebesar Rp150 juta sejak 2022 hingga semester I 2025. Ia sebelumnya beralasan bahwa rilisan data yang telah dikonfirmasi “terhapus”.






