Porosnusantara.co.id – JAKARTA | Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Sjafrie Sjamsoeddin sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia pada 21 Oktober 2024. Sosok purnawirawan TNI ini bukan nama baru di dunia militer maupun politik Indonesia. Selain dikenal sebagai mantan pengawal Presiden Soeharto, Sjafrie juga merupakan teman satu angkatan dengan Presiden Prabowo Subianto di Akademi Militer (Akmil) Magelang.
Pada 10 Agustus 2025, ia menerima penghargaan pangkat Jenderal Kehormatan dari Presiden Prabowo Subianto, menandai perjalanan panjangnya di dunia pertahanan.
Kehidupan Awal dan Pendidikan
Sjafrie lahir di Ujungpandang (kini Makassar), Sulawesi Selatan, pada 30 Oktober 1952. Ia merupakan anak keenam dari 11 bersaudara pasangan Sjamsoeddin Koernia, seorang mantan tentara, dan Hamdana.
Perjalanan militernya dimulai ketika ia masuk Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) pada 1971 dan lulus pada 1974. Saat itu, ia satu angkatan dengan Prabowo Subianto dan Ryamizard Ryacudu. Sjafrie kemudian melanjutkan pendidikan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) pada 1989.
Karier Militer
Setelah lulus Akmil, Sjafrie meraih penghargaan Adhi Makayasa dan bergabung dengan Kopassus pada 1975. Ia mengawali karier sebagai Komandan Peleton di Grup 1 Kopassus, lalu menjadi Komandan Nanggala X pada 1976.
Seiring waktu, ia menempati sejumlah posisi penting, termasuk:
-
Panglima Kodam Jaya saat kerusuhan Mei 1998,
-
Kepala Pusat Penerangan TNI (2002),
-
Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan (2005),
-
Staf Ahli Panglima TNI bidang Politik dan Keamanan.
Pada 2010, ia dipercaya sebagai Wakil Menteri Pertahanan mendampingi Purnomo Yusgiantoro hingga 2014.






