Kiprah Mawar juga mendapatkan perhatian: tahun lalu IntanPari Studio menerima penghargaan pengusaha muda bidang usaha kreatif dari sebuah asosiasi kewirausahaan nasional — sebuah pengakuan atas inovasi dan dampak sosial yang dijalankan perusahaan.
Skala Usaha yang Terukur
Dalam kurun waktu dua tahun, IntanPari Studio berhasil menggandakan kapasitas produksi dan meningkatkan pendapatan tahunan yang memungkinkan perusahaan mempekerjakan 25 orang secara tetap. Perusahaan juga menjalin kerja sama dengan koperasi tambang skala kecil untuk memastikan pasokan bahan baku yang etis dan berkelanjutan.
“Keberlanjutan menjadi prioritas. Kami hanya bekerjasama dengan pemasok yang menerapkan praktik penambangan bertanggung jawab,” ujar Mawar.
Strategi Branding dan Digital
Mawar paham bahwa cerita di balik produk adalah nilai jual utama. Oleh karena itu, setiap produk IntanPari diberi nama dan cerita singkat yang mengangkat budaya lokal. Konten video pembuatan perhiasan secara artisan menjadi konten populer di akun media sosial mereka.
Tim pemasaran kecil tapi lincah di IntanPari pun menjalankan kampanye bertarget yang menonjolkan aspek kearifan lokal, kualitas pengerjaan, dan komitmen sosial perusahaan — kombinasi yang terbukti resonan bagi konsumen urban dan kolektor.
Pesan untuk Pengusaha Muda
Mawar tak menutup kemungkinan memperluas lini produk dan membuka studio pembelajaran untuk generasi muda di Bumi Intan Pari. Pesannya kepada calon pengusaha muda jelas: “Mulai dari yang kecil, fokus pada kualitas, dan jangan lupa libatkan komunitasmu.”
“Jika usaha hanya menguntungkan diri sendiri, itu belum sukses — bagi saya, keuntungan harus punya efek berantai.” — Mawar, Pendiri IntanPari Studio.






