Dari data Kementerian kehutanan tahun 2024 mencatat luas lahan perhutanan sosial lebih 8 juta hektar. Program perhutanan sosial adalah sistem pengelolaan hutan yang melibatkan kelompok tani hutan yang tinggal di sekitar kawasan hutan.
Ada sekitar 1,3 juta keluarga petani yang terlibat aktif dalam pengelolaan perhutanan sosial di berbagai wilayah di Indonesia. Dari luas 8 juta hekta lahan perhutanan sosial ada sekitar 1,1 juta hektar yang cocok untuk padi gogo.
*Kontribusi Kementerian Kehutanan terhadap Produksi Beras Nasional bisa Mencapai 10 Persen*
Menurut data Badan Pusat Statistik tahun 2024 mencatat produksi beras nasional sebanyak 30,34 juta ton. Dengan adanya lahan yang akan disiapkan oleh Kementerian Kehutanan di lahan perhutanan sosial seluas 1 juta ha, jika satu tahun padi gogo bisa panen sebanyak dua kali, dengan asumsi hasil panen 3 ton per ha maka Kementerian Kehutanan sudah memproduksi gabah sebanyak 6 juta ton, jika dikonversi dari gabah menjadi beras akan menghasilkan sekitar 3,5 juta ton.
Selain memproduksi beras, peran Kementerian Kehutanan juga telah ikut membangun perekonomian kerakyatan, menciptakan lapangan pekerjaan, mensejahterakan petani dan yang paling utama adalah ikut bergotong royong dengan petani padi sawah meraih cita-cita pemerintah agar surplus beras dan swasembada pangan.
*Data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2024 tentang Produksi dan Konsumsi Beras Nasional*
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi pada tahun 2024 tercatat mencapai 53,14 juta ton gabah kering giling (GKG). Jika dikonversi menjadi beras diperkirakan sebanyak 30,34 juta ton.
Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat konsumsi beras per kapita pada tahun 2024 sebanyak 79,08 kilogram per kapita per tahun, jika dikonversi kebutuhan beras untuk seluruh rakyat Indonesia setara dengan 29,80 juta ton






